Site icon golovinamari.com

Harga Minyak Naik Lebih dari 1% Usai Penolakan Proposal Iran

[original_title]

Golovinamari.com – Harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan lebih dari 1% pada perdagangan awal pekan ini, Senin (29/9/2026). Kenaikan ini dipicu oleh penolakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap proposal damai yang diajukan oleh Iran. Penolakan tersebut menghilangkan harapan pasar untuk penurunan ketegangan geopolitik, sekaligus mempertahankan risiko ketidakpastian pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah di level tinggi.

Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan global, terpantau naik sebesar USD1,32 atau 1,27%, menjadi USD105,64 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan, berada pada USD93,11 per barel, lebih tinggi 70 sen atau 0,76%. Hal ini menunjukkan dampak langsung dari reaksi pasar terhadap berita terbaru yang berkaitan dengan konflik di Timur Tengah.

Proposal damai Iran yang disampaikan di hadapan Sidang Majelis Umum PBB pekan lalu, difasilitasi oleh mediator asal Qatar. Namun, Trump menolak rencana tersebut pada hari Sabtu, mematahkan harapan untuk kesepakatan yang cepat. Meski demikian, ia menyatakan bahwa negosiasi masih dapat dilanjutkan dan menjadwalkan keterlibatan para negosiator Amerika Serikat dalam pembicaraan lebih lanjut dalam waktu dekat.

Di sisi lain, ketegangan di lapangan tetap tinggi. Koalisi yang dipimpin Arab Saudi mengonfirmasi telah mencegat dua rudal balistik serta dua drone yang diluncurkan oleh milisi Houthi dari Yaman menuju wilayah kerajaan. Kejadian ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk masih sangat nyata. Kondisi ini menambah tantangan bagi pasar energi global yang kini harus menghadapi berbagai tekanan akibat kebuntuan geopolitik serta wacana penghentian ekspor BBM dari AS guna mengatasi inflasi.

Exit mobile version