Site icon golovinamari.com

Guru Besar Unpad: Sayembara Dedi Mulyadi Dinilai Tidak Etis

[original_title]

Golovinamari.com – Guru besar ilmu politik dan keamanan Universitas Padjadjaran, Muradi, mengkritik sayembara penangkapan begal yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Menurutnya, sayembara tersebut tidak etis, terutama jika diadakan oleh pejabat publik. Muradi menyatakan hal ini dalam diskusi yang berlangsung pada Jumat, 31 Juli.

Muradi berpendapat bahwa sayembara bersifat informal dan seharusnya tidak menjadi pendekatan resmi bagi seorang gubernur. Ia menegaskan, langkah yang lebih tepat adalah mendorong koordinasi dengan aparat penegak hukum seperti kepolisian, daripada mengambil inisiatif yang mungkin menimbulkan kebingungan dalam penanganan kejahatan.

Lebih lanjut, Muradi menyoroti bahwa pelaksanaan sayembara ini diungkapkan tanpa prosedur formal yang memadai. Ia menyebut bahwa tindakan tersebut bisa berpotensi menimbulkan masalah dalam tata kelola pemerintahan. Meski secara legal tidak melanggar aturan, secara etika birokrasi, inisiatif ini dinilai tidak sehat.

Dengan pesatnya arus informasi di media sosial, Muradi juga mengingatkan bahwa publik cenderung merespons secara cepat terhadap isu-isu terkini. Namun, ia menegaskan pentingnya menjaga standar etika dalam segala bentuk respons, agar tidak menimbulkan tindakan negatif atau perilaku main hakim sendiri di masyarakat.

Muradi menambahkan bahwa sayembara ini dapat menciptakan kecurigaan di antara warga, mendorong masyarakat untuk saling menilai satu sama lain berdasarkan penampilan, yang berpotensi mengarah kepada tindakan yang lebih anarkis. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pendekatan formal dan informal dalam penanganan masalah kejahatan, agar kehadiran negara terasa secara maksimal oleh masyarakat.

Exit mobile version