Site icon golovinamari.com

Evolusi Menarik: Gen Duplikat Pengatur Jenis Kelamin Katak Afrika

[original_title]

Golovinamari.com – Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa salah satu gen dari katak cakar Afrika, Xenopus laevis, memainkan peran penting sebagai penentu jenis kelamin. Dalam jurnal PLOS Genetics, ilmuwan menjelaskan bahwa gen bernama dm-w ini bertugas mengarahkan embrio untuk berkembang menjadi betina dengan cara menghambat jalur untuk menjadi jantan.

Katak cakar Afrika telah menjadi model penelitian yang signifikan dalam ilmu biologi. Keberadaan gen dm-w sangat krusial, karena tanpa gen ini, embrio betina justru dapat berkembang menjadi jantan. Penelitian juga menyoroti transformasi menarik dari gen ini, yang awalnya ditemukan pada kedua jenis kelamin menjadi pengatur khusus bagi betina.

Sekitar 20 juta tahun yang lalu, nenek moyang dari Xenopus laevis mengalami duplikasi genom, yang menghasilkan dua salinan untuk hampir setiap gen. Duplikasi ini memberi peluang bagi evolusi untuk mengeksplorasi fungsi gen. Salah satu salinan tetap menjalankan tugas aslinya, sementara yang lainnya memiliki kebebasan untuk bermutasi tanpa mengancam kelangsungan hidup spesies.

Ben Evans, seorang ahli genetika evolusi dari McMaster University, menunjukkan bahwa salinan gen yang tidak esensial ini perlahan-lahan mengambil fungsi sebagai penentu jenis kelamin. Pada katak jantan, salinan gen tertentu sangat penting bagi kesehatan sperma. Sebaliknya, betina hanya perlu salah satu dari dua salinan gen untuk memproduksi sel telur.

Temuan ini berimplikasi luas, termasuk pada kesuburan manusia, di mana gen sejenis berperan dalam menjaga fungsi normal testis. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem penentu jenis kelamin dapat berevolusi secara cepat melalui modifikasi kecil, membantu ilmuwan memahami perubahan pada gen kesuburan yang sering kali berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

Exit mobile version