Golovinamari.com – Serangan drone mengguncang Konsulat Amerika Serikat di Dubai, meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Insiden tersebut terjadi di tengah eskalasi konflik antara AS dan Israel melawan Iran, memperluas dampak krisis ini ke sejumlah negara Teluk dan Eropa.
Kantor Media Dubai melaporkan kebakaran yang ditimbulkan berhasil dipadamkan oleh tim tanggap darurat yang segera turun ke lokasi. Otoritas setempat menegaskan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. “Api yang muncul akibat insiden drone berhasil dikendalikan,” ungkap pihak berwenang melalui media sosial pada Selasa (3/3).
Sebelumnya, serangan serupa juga terjadi di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, yang menyebabkan kerusakan pada fasilitas diplomatik AS, meskipun tanpa melukai siapa pun. Rangkaian serangan tersebut mencerminkan respons Iran terhadap serangan gabungan AS-Israel yang terjadi pada 28 Februari lalu, yang menargetkan beberapa lokasi di Teheran dan sekitarnya.
Ketegangan ini kini menjalar ke negara-negara lain di wilayah Teluk dan Eropa. Ledakan dilaporkan terjadi di Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Irak. Selain itu, pangkalan militer Inggris di Siprus juga menjadi sasaran, setelah Inggris memberikan izin kepada AS untuk menggunakan fasilitasnya dalam serangan terhadap Iran.
Berbagai negara Teluk dan Eropa menyatakan hak mereka untuk membela diri dan mempertimbangkan langkah balasan terhadap Iran, yang mereka anggap telah melanggar kedaulatan. Di tengah situasi yang memburuk, perhatian global juga tertuju pada Rusia dan Tiongkok, yang meskipun mengecam serangan AS-Israel, belum mengambil tindakan nyata terkait eskalasi konflik ini.