Site icon golovinamari.com

Donor Jantung Langka, LVAD Bawa Harapan Baru untuk Pasien

[original_title]

Golovinamari.com – Kasus gagal jantung stadium lanjut menjadi tantangan serius dalam dunia medis, khususnya di Indonesia, di mana krisis ketersediaan donor jantung sangat memprihatinkan. Menurut Dr. M. Azra Putra, Dokter Spesialis Bedah Jantung di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), angka harapan hidup pasien gagal jantung terancam rendah akibat kelangkaan ini.

Donor jantung memang memiliki karakteristik yang sensitif, karena jantung hanya dapat diambil dari orang yang sudah meninggal dan memiliki kecocokan. Dr. Azra menjelaskan, perbedaan dengan organ lain seperti ginjal atau hati, di mana satu orang dapat menyumbangkan sebagian organ tanpa mengganggu kehidupannya. Akibatnya, kebutuhan donor jantung tidak dapat terpenuhi dengan mudah.

Di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, tingkat bertahan hidup pasien gagal jantung dalam satu tahun hanya berkisar antara 15 hingga 30 persen, menunjukkan bahwa dari sepuluh orang yang menderita, hanya satu hingga tiga orang yang bertahan hidup. Di Indonesia, estimasi penyandang penyakit ini mencapai sekitar lima persen dari total populasi, yang terbanyak adalah kelompok usia dewasa.

Penyebab gagal jantung bervariasi, mulai dari penyakit jantung koroner yang terkait dengan gaya hidup tidak sehat, infeksi, penyakit autoimun, hingga kardiomiopati. Dengan tantangan-tantangan tersebut, upaya untuk meningkatkan kesadaran mengenai donor organ dan pencegahan faktor risiko penyakit jantung sangat diperlukan guna meningkatkan angka kesintasan pasien di masa mendatang.

Exit mobile version