Site icon golovinamari.com

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Mengancam Dolar AS

[original_title]

Golovinamari.com – China berpotensi mendorong agenda dedolarisasi dalam kelompok BRICS setelah mengambil alih kepemimpinan dan dijadwalkan menjadi tuan rumah KTT BRICS 2027. Langkah ini diharapkan akan memungkinkan penguatan sistem pembayaran dan keuangan, serta pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) di antara negara-negara anggota.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov, menyatakan dukungannya terhadap prioritas yang akan diajukan China saat KTT BRICS ke-19 tahun depan. Pernyataan Ryabkov muncul setelah India, yang bakal menjadi tuan rumah KTT BRICS 2026, menegaskan bahwa mereka akan terus menggunakan dolar AS dalam perdagangan dan tidak berencana meninggalkan mata uang tersebut.

Ryabkov menambahkan bahwa agenda BRICS tidak hanya ditentukan oleh kesinambungan program, melainkan juga oleh prioritas negara yang memegang kepemimpinan. Menurutnya, China tengah berupaya menciptakan lingkungan intra-BRICS yang memungkinkan pergerakan teknologi dan modal secara lebih bebas di antara negara anggota. “Saya berani mengatakan bahwa teknologi terobosan modern, termasuk kecerdasan buatan, rantai pasok, serta sistem pembayaran dan persoalan logistik dalam ekonomi akan menjadi fokus kepemimpinan China pada tahun mendatang,” ungkap Ryabkov dalam sebuah konferensi pers.

Dengan langkah ini, BRICS berusaha memperkuat posisinya dalam peta global, sekaligus mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Hal ini menjadi perhatian di tengah semakin kompleksnya dinamika ekonomi dunia, di mana negara-negara berkembang semakin berupaya meningkatkan kerjasama dan memanfaatkan sumber daya secara optimal.

Exit mobile version