Site icon golovinamari.com

ASEAN Menekankan Pentingnya Perdamaian Meski Hadapi China

[original_title]

Golovinamari.com – Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, menekankan bahwa kawasan Asia Tenggara tetap damai, stabil, dan aman meskipun hubungan ASEAN dengan China terus berkembang selama 35 tahun terakhir. Pernyataan ini disampaikan dalam acara peringatan lima tahun Kemitraan Strategis Komprehensif China-ASEAN yang diadakan di Jakarta pada Kamis malam.

Kao menambahkan bahwa tingkat stabilitas ini tercermin dari tingginya kunjungan wisatawan asal China, yang diperkirakan mencapai 21,8 juta orang pada tahun 2025. Menurutnya, hal ini menunjukkan adanya kepercayaan masyarakat terhadap kondisi hubungan antara ASEAN dan China. “Jika tidak ada kepercayaan, tidak mungkin ada begitu banyak wisatawan yang datang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kao menyatakan bahwa berbagai program dan proyek pertukaran budaya antar negara telah memperkuat hubungan kedua pihak. Ia juga menyoroti pertumbuhan hubungan ekonomi, di mana perdagangan antara ASEAN dan China diperkirakan akan melebihi 1 triliun dolar AS pada tahun 2025. China telah menjadi mitra dagang terbesar ASEAN selama 17 tahun berturut-turut.

Konektivitas juga menjadi fokus utama hubungan ini, dengan proyek infrastruktur seperti Terusan Pinglu di China, yang diharapkan dapat mendorong perdagangan lebih lanjut. Selain itu, Kao mengungkapkan potensi perluasan kerjasama melalui Rencana Aksi ASEAN-China 2026-2030, yang mencakup banyak bidang untuk kepentingan bersama.

Kao juga menekankan pentingnya melanjutkan momentum positif yang telah ada, sembari menciptakan dinamika baru dalam hubungan tersebut. Sekitar 100.000 pelajar dari negara-negara ASEAN menempuh pendidikan di China, yang dianggap sebagai investasi untuk masa depan kerjasama yang lebih erat. Dengan berbagai perkembangan positif, Kao menegaskan perlunya memastikan kemitraan ini tetap konstruktif dan saling menguntungkan.

Exit mobile version