Site icon golovinamari.com

AS dan Israel Kembangkan Teknologi Drone Shahed Baru

[original_title]

Golovinamari.com – Pentagon mengambil langkah strategis dalam pengembangan pertahanan dengan memfokuskan perhatian pada teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai respons terhadap kekalahan dalam persenjataan dari Iran. Dalam upayanya, Departemen Perang AS saat ini mengembangkan alternatif untuk AI dari perusahaan Anthropic, yang dianggap menjadi ancaman bagi rantai pasokan negara tersebut.

Cameron Stanley, kepala divisi digital dan AI di Pentagon, menyatakan bahwa lembaganya bertekad untuk meningkatkan penggunaan model bahasa besar (LLM) dalam sistem pemerintah. Pekerjaan teknis telah dimulai dan diharapkan akan segera menyelesaikan sistem-sistem baru ini.

Perkembangan ini berawal pada akhir Februari, ketika Presiden AS Donald Trump menginstruksikan semua lembaga federal untuk menghentikan penggunaan teknologi dari Anthropic. Keputusan ini diambil setelah perusahaan tersebut menolak memberikan akses tanpa batas kepada Pentagon terhadap model AI-nya. Meskipun demikian, pemerintah AS memberikan masa transisi enam bulan bagi beberapa lembaga, termasuk Departemen Perang.

Pada awal Maret, Pentagon mengumumkan bahwa mereka menilai Anthropic sebagai risiko terkait rantai pasokan. Menanggapi keputusan tersebut, Anthropic mengajukan gugatan terhadap pemerintah, menyatakan bahwa Pentagon telah melampaui kewenangannya dan bertindak secara tidak adil akibat perbedaan kebijakan.

Dengan langkah ini, Pentagon berupaya untuk mengamankan teknologi pertahanan yang lebih mandiri dan tidak bergantung pada pihak ketiga, sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negara di tengah persaingan global yang ketat.

Exit mobile version